Kelurahan/Desa Butuh:

Butuh adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia.

 SEJARAH DESA

1.  Asal usul berdirinya Desa Butuh

Pada masa kerajaan Mataram Kuno, salah seorang pengikut Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta bersembunyi ke lereng Gunung Sumbing, kemudian beliau berdiam/menetap dan membubak (membukak) tempat tersebut menjadi pemukiman yang sekarang bernama Dusun Cengklok. Semakin lama pemukiman tersebut semakin ramai dan mulai banyak orang yang membutuhkan tempat tersebut untuk menetap dan menghindarkan diri dari penjajahan Belanda yang sangat kejam. Dikarenakan banyak orang yang membutuhkan tempat tersebut, maka pemukiman tersebut dinamai Desa Butuh. Sejak saat itulah perkampungan tersebut dinamakan Butuh.

Pada awalnya Desa Butuh terdiri dari 9 dusun (Garung, Sijeruk, Butuh, Cengklok, Jenggeran. Gamblok, Pagergunung, Sidomulyo, Plirigan). Untuk mengefektifkan dalam pelayanan administrasi penduduk, maka sejak tahun 1998 Desa Butuh di pecah menjadi 2 wilayah administrasi (Desa), yaitu Desa Butuh yang terdiri dari 4 dusun (Garung, Sijeruk, Butuh, Cengklok) dan Desa Butuh Kidul yang terdiri dari 5 dusun (Jenggeran, Gamblok, Pagergunung, Sidomulyo, Plirigan).

Sejak saat itulah Desa Butuh lebih dikenal dengan sebutan Desa Butuh Lor sampai sekarang.


2.  Sejarah Kepemimpinan Desa Butuh

a.   KARTO DIKORO

Merupakan Kepala Desa pertama Desa Butuh yang menjabat sebelum masa kemerdekaan – 1945, Karto Dikoro merupakan putra kelima dari Raden Atmo.

b.  KROMO WIJOYO

Merupakan lurah Desa Butuh yang kedua yang menjabat dari tahun 1945 – 1960, Kromo wijoyo merupakan putra dari Karto Wijoyo.

c.   H. ACHROJI

Merupakan lurah Desa Butuh yang ketiga yang menjabat dari tahun 1960 – 1987.

d.  MUCH YASRI

Merupakan Kepala Desa Butuh yang keempat yang menjabat dari tahun 1988 – 2006.

e.   MUSTOFA

Merupakan Kepala Desa Butuh yang kelima yang menjabat dari tahun 2007 – 2019.

f.    DZIKRONI

Merupakan Kepala Desa Butuh yang keenam yang menjabat dari tahun 2019 – Sekarang.

Bagikan: