Kelurahan/Desa Jangkrikan:

Jangkrikan adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Kepil, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia.

Sejarah Desa

Pada zaman dahulu Desa Jangkrikan terkenal dengan hasil pertaniannya, mulai dari padi, jagung, ketela, sayur-sayuran, hingga palawija.  Konon tanah  di   Desa  Jangkrikan  sangat  subur,  sehingga kehidupan masyarakat desapun bisa dikatakan makmur.

Asal  mula  pemberian  nama  desa  ini  bermula  dari  musyawarah yang dilakukan para tokoh agama, yaitu mengambil cerita dari para kyai sepuh dan tokoh masyarakat dengan cerita yang turun temurun. Pada zaman dahulu Desa Jangkrikan berupa lahan perbukitan yang saat dahulu kala terdapat beberapa kampung, yang di kelola oleh beberapa tokoh sakti:

  1. Kampung Sutaragen oleh Kyai  Sutaragi.
  2. Mbah  Kyai  Ridin Mengelola Kampung Siridin.
  3. Mbah Jaya Sentana dan Mbah Jaya Dinangga yang akhirnya dikenal Mbah Irsyat tidak diketahui kapan meninggalnya. Beliau ditemukan di pesanggrahan sudah berupa seonggok tulang, maka akhirnya di kenal Mbah  Balung mengelola Kampung Pungangan.
  4.  Mbah Kyai Sawo mengelola kampung atau padukuhan Polowono.
  5. Kyai Bandung merupakan penguasa kampung Pengarengan dan Simarong.
  6. Kyai Sitaligara dan Kyai Sitaligawe yang menguasai padukuhan Sabrangkidul dan Siwerak yang diteruskan oleh Kyai Karso.
  7. Para pendahulu tersebut merupakan keturunan dan kerabat dari orang yang dikenal dengan nama Mbah Jangkrik yang memiliki nama asli Kwalid Bin Abas  Bin Mahmud.

 Konon cerita, sebelum diteruskan oleh para generasi tersebut diatas, suatu ketika datang seorang yang sakti dan bijaksana yang bernama Kyai  Jangkrik. Beliau adalah seorang pendekar sakti  yang memiliki beberapa kelebihan atau kesaktian diantaranya mampu menghilang (dalam bahasa Jawa aji Panglimunan) dan mengecoh lawan dengan kepiawaiannya bersiul yang mirip suara jangkrik, maka dikenal Mbah Jangkrik.  Beliau berasal dari Kasultanan Yogyakarta  Hadiningrat. Mbah Jangkrik ialah seorang pejuang yang melawan penjajahan Belanda. Beliau datang  ke lahan perbukitan yang konon ceritanya mengungsi setelah dikejar oleh Belanda dari wilayah  Kaliwungu  hingga bertahun-tahun yang akhirnya menyatu dengan warga di sekitar hingga tercetus memberi nama  Desa Jangkrikan. Desa Jangkrikan  didirikan  pada tanggal 20 September  1853 yang terdiri dari 20  dukuh dan tiga  dusun yaitu:

  1. Dukuh Pungangan
  2. Dukuh Ngemplak
  3. Dukuh Santren
  4. Dukuh Tanjungsari
  5. Dukuh Sipete
  6. Dukuh  Siridin
  7. Dukuh Sutaragen
  8. Dukuh Siringin
  9. Duluh Krajan
  10. Dukuh Sabrangkulon
  11. Dukuh Sabrang  Kidul
  12. Dukuh Sidurenbalak
  13. Dukuh Siwerak
  14. Dukuh Sabrangkidul
  15. Dukuh Sijati
  16. Dukuh Sikarang
  17. Dukuh Duluran
  18. Dukuh Polowono Atas
  19. Dukuh Simarong, dan
  20. Dukuh Pengarengan

Adapun dusun-dusun tersebut yaitu Dusun Pungangan, Dusun Krajan, dan Dusun Polowono  yang nama aslinya tidak dikenal. 

Bagikan: